manfaat daun patah tulang





Tumbuhan patah tulang (Euphorbia tirucalli) adalah salah satu jenis tanaman herbal yang biasanya dijadikan sebagai tanaman hias. Tanaman patah tulang yang dapat kita manfaatkan sebagai pengobatan adalah, akar, batang kayu, ranting dan getahnya. Getah tumbuhan ini bersifat asam, mengandung senyawa euforbon, taraksasterol, α-laktuserol, eufol, senyawa damar yang menyebabkan rasa tajam ataupun kerusakan pada lendir, kautschuk (zat karet), dan zat pahit. Mengandung zat obat glikosid, sapogenin, terpenoid, dan asam ellaf. 

Tumbuhan ini juga digunakan untuk meracuni ikan sehingga mudah didapat. Minyak yang didapatkan dari getahnya nampaknya bermanfaat untuk pemanfaatan pada linoleum, jas kain minyak dan industri kulit sandang. Kayu keras, putih, serat kayu yang padat dari tumbuhan patah tulang ini digunakan untuk kasok, mainan dan melapisi dengan lapisan kayu halus. Hasil arangnya cocok untuk digunakan sebagai bubuk mesiu.

Di Jawa, beberapa penulis mencatat tapal dari batang atau kulitnya dapat dipergunakan untuk menyembuhkan patah tulang dan menyembuhkan penyakit kulit. Selain itu, getah patah tulang juga dapat mengeluarkan duri yang yang tertancap dan gabungan antara umbi gadung cina dan buah gondang serta getah dari tumbuhan patah tulang ini dapat menyembuhkan frambusia.

Tumbuhan patah tulang juga disebut oleh Hartwell (1969) digunakan sebagai penyembuhan tradisional untuk kanker, tumor, kapalan, dan kutil di Brazil, India, Malaya, dan Indonesia. Akarnya dapat digunakan untuk mengeluarkan bisa ular, di Maluku dan Malabar, tumbuhan ini dapat digunakan untuk merangsang muntah dan antisipilis. Sementara, Suku Kulawi di Sulawesi Tengah memanfaatkan daun dari tumbuhan ini sebagai diuretik (peluruh air seni), sementara getahnya dapat menyembuhkan sakit gigi.

Getahnya sangat beracun, ko-karsinogenik, seperti sesuru yang satu genus dengannya. Walau demikian, getah dari sesuru mengandung zat lain, yaitu 3-0-angeloylingenol. Apabila memerciki mata, dapat menyebabkan kebutaan, iritasi, dan merangsang muntah apabila tertelan. Getah dari tumbuhan ini juga dapat dijadikan insektisida layaknya mindi kecil. Patah tulang juga dikenal beracun untuk nematoda dan efektif pula terhadap larva Aedes aegypti dan Culex quinquefasciatus, sehingga tidak salah ranting patah tulang yang sudah kering bisa digunakan untuk mengusir nyamuk. Kemudian, dapat juga mematikan bakteri Staphlococcus aureus, moluska Lymneae natalensis dan Biomphalaria gabrata.

Manfaat & Khasiat Tumbuhan Patah Tulang
Tumbuhan patah tulang memiliki banyak manfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain:
- sakit lambung
- rhematik
- sifilis
- nyeri saraf
- penyakit kulit
- kusta
- wasir
- tumor/kanker
- tulang patah
- sakit gigi
- tahi lalat membesar dan gatal
- kutil
- tertusuk benda tajam (kaca)
- kapalan/penebalan kulit
- keseleo, dll.

Penggunaan Patah Tulang Untuk Penyakit Luar
1. Kulit tertusuk duri atau pecahan kaca. Bagian tubuh atau kulit yang tertusuk duri atau kaca kita olesi dengan getah patah tulang, getah patah tulang dapat mengeluarkan duri atau kaca dengan sendirinya.

2. Kapalan (clavus) dan kutil. Ambil 1/2 kg dahan dan ranting patah tulang. Setelah dicuci bersih rebus dengan 4 liter air sampai airnya berkurang menjadi 2 liter. Bagian tubuh atau kulit yang mengalami kutil atau kapalan direndam dalam air rebusan patah tulang tadi dalam keadaan hangat selama kurang lebih 1/2 jam. Setelah dikeringkan oleskan param yang terbuat dari trusi yang telah ditumbuk halus dicampur putih telur, lalu dibalut.

3. Patah tulang (fraktur) untuk anda yang mengalami patah tulang (fraktur) dapat menggunakan beberapa cara, yaitu :
- Kulit diatas tulang yang patah digosong dengan getah patah tulang.
- Kulit luar dahan patah tulang digiling halus, tempelkan diatas tulang yang patah, kemudian dibalut.
3/4 genggam tangkai dan daun patah tulang, 1 genggam daun srigi, dicuci lalu digiling halus. Remas dengan 4 sendok air garam, dihangatkan sebentar. Dipakai untuk menurap bagian tubuh yang patah, lalu dibalut dengan daun bakung/kulit randu. Diganti 2 x sehari

4. Untuk penyakit frambusi : siapkan 1/2 genggam patah tulang, 1/2 kepalan tangan gadung cina, dicuci lalu kita tumbuk sampai halus. Aduk dengan 1 sendok getah buah kendondong dan dua sendok makan getah buah pepaya muda. Ramuan ini kita gunakan untuk melumas atau menurap kulit yang sakit. Lakukan dua kali sehari.
Untuk obat tahi lalat yang besar dan gatal. Tahi lalat kita gosok dengan air jeruk nipis, lalu dengan kapas tahi lalat dilumasi dengan getah patah tulang. Lakukan terapi ini benerapa kali sehari, bila sudah kering diulang. Hati-hati jangan sampai terkena mata.

5. Sakit gigi. Ambil Beberapa tetes getah patah tulang dengan kapas yang bersih, kemudian kita lumaskan pada gigi yang sakit dan berlubang. Lakukan terapi ino 1-2 kali sehari, hati-hati jangan sampai mengenai gigi yang sehat.

Penggunaan Patah Tulang Untuk Penyakit Dalam
Mengingat getahnya yang sangat beracun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi/meminumnya.
1. Dijadikan PIL
- akar dan ranting dikeringkan lalu ditumbuk menjadi bubuk
- campur dengan lontong beras sampai merata, lalu dibuat pil kecil-kecil sebesar telur cecak lalu jemur. Dimakan bila perlu.

2. Diminum
- ambil 1-2 tetes getah patah tulang
- campurkan ke air putih 1 gelas
Minum 2 x sehari, Insyaallah kanker / tumor / myom / kista dalam waktu yg tidak begitu lama Insya Alloh akan hilang dan kembali sembuh.

PERINGATAN
Getah Patang Tulang murni ini JANGAN SAMPAI MENGENAI MATA. Apabila getah tumbuhan ini memerciki mata, basuhlah mata yang diperciki dengan air dingin selama kurang lebih 15 menit dan ulangi lagi beberapa menit. Carilah bantuan medis apabila tidak ada bantuan lain. Selain itu pula, air kelapa atau santan bisa juga digunakan untuk membasuh mata yang terpercik oleh getah dari tumbuhan ini.


MANFAAT dan cara pengobatan  patah tulang
a. Kulit diatas tulang yang patah digosok dengan getah tanaman.
b. Kulit luar dahan patah tulang digiling halus, tempelkan diatas tulang yang patah, lalu dibalut.
c. 3/4 genggam tangkai dan daun tanaman, 1 genggam daun srigi, dicuci lalu digiling halus, Ramas dengan 4 sendok makan air garam, dihangatkan sebentar. Dipakai untuk menurap bagian tubuh yang patah, lalu dibalut dengan daun bakung/ kulit randu. Diganti 2 kali sehari.

Share:

0 komentar